

mamaku 01

 

 

Sebelumnya aku ceritakan cerita ini adalah cerita yang benar terjadi. Tapi nama dalam cerita ini terpaksa aku samarkan demi privasiku. Terkait tentang latar belakang keluargaku, Aku (Leo) usiaku 17 tahun anak sulung dari dua dua bersaudara, yang lagi duduk di kelas tiga sebuah SMU. Adikku Rina lima tahun lebih muda dariku. Mamaku yang berumur 41 seorang janda ditinggal cerai ayahku yang seorang camat karena mamaku yang seorang perawat puskesmas dekat kantor papaku, ketahuan selingkuh dengan sekcam tempat ayahku menjadi camat, di Kotaku, Jambi.

Cerita bermula sekitar sekitar 7 bulan lalu dan berlangsung terus sampai saat ini. Malam itu karena hawa panas aku tiba-tiba aku terbangun dan kulihat waktu menunjukan waktu pukul setengah dua dini hari. Merasa haus aku langsung menuju ke dapur untuk mencari air minum di kulkas di dapur. Saat menuju ke dapur, ketika melewati kamar mamaku yang berada di samping kamarku, aku iseng melihat ke dalam kamar ibuku yang pintunya sedikit terbuka.

Ternyata malam itu, ibu yang berkulit putih mulus dengan postur tubuh tinggi besar sekitar 170 cm dan didukung wajah yang cantik, terlihat tidur telentang. Mungkin karena panasnya cuaca, hingga ibuku yang tertidur lelap karena kecapean habis senam arobik di club Graha Puska, milik fotomodel majalah ibukota di Kotaku, tidak sadar jika daster yang dipakainya tersingkap hingga ke pangkal pahanya. Diriku yang sedang puber, tanpa sadar diam-diam langsung masuk ke kamar mamaku untuk melihat pahanya dari dekat.

Ingin mengetahui bentuk vagina mamaku, entah dorongan darimana aku menaikan daster yang dipakai mamaku hingga ke perutnya. Melihat paha dan gundukan kemaluan mamaku yang dibalut celana dalam putih tipis, aku langsung horny berat, ingin menyetubuhinya. Namun, nafsu yang ada di dalam otakku dapat aku redam, takut dimarahin mama bila mama tiba-tiba terjaga dan mengetahui perbuatanku. Dengan perasaan masih bernafsu, aku langsung menuju ke kamar mandi dekat dapur untuk melakukan onani sambil membayangkan menyetubuhi mamaku.

Sejak kejadian itu, diam-diam aku sering memperhatikan buah dada dan pinggulnya, terlebih ketika berjalan dan mengunakan daster. Aku demakin edan, ingin menyetubuhi mamaku. Untuk melaksanakan niatku itu, aku mempunyai ide yang edan membeli "obat perangsang". Obat jenis spanis play yang diketahui bisa membuat wanita terangsang jika meminumnya, dengan mudah aku dapatkan di penjual jamu gendong yang banyak berjualan di pasar Angsoduo, samping sungai Batanghari di Kotaku. Diam-diam aku menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan ide gilaku itu.

Entah kebetulan atau keberuntunganku, Rina adiku pada malam suatu malam, tepatnya malam Sabtu karena bertepatan dengan libur, pamit tidur di rumah kakek yang berjarak sekitar 5 KM dari rumah kami. ketika itu, dengan alasan ingin belajar untuk menghadapi UNAS, aku tidak ikut bermalam di rumah kakek. sebetulnya, yang ada di dalam otakku ingin melaksanakan ide gilaku itu, menyetubuhi mamaku. Usai mengantar adikku, aku bergegas pulang ke rumahku pamit dengan kakek dan nenek, dengan alasan hari sudah pukul 19.00WIB dan sibuk banyak tugas karena mau menghadapi ujian. Setiba di rumah, aku langsung mandi guna, sebelum makan malam dengan mamaku. Diam-diam sambil berganti pakaian, aku mengantongi obat perangsang dalam celana pendek yang aku pakai, menunggu waktu yang tepat memasukan obat perangsang itu ke minuman atau makanan mama.
Leo lagi ngapaiin. Ayo kita makan malam lagi.ujar mama dari ruang makan menantiku makan malam
Ya. . Ma.. jawabku sambil bergegas menuju ke meja makan. Sambil makan mataku, sering mencuri pandang ke dada mama yang duduk di depanku. Mataku makin terkesima, setelah melihat bulu ketiak mama yang mengintip dibalik lengannya, karena mengunakan baju daster tanpa lengan yang agak longgar.
Usai makan malam, mama mengajakku nonton film senetron kesukaanya, seperti yang biasa kami lakukan selama ini. Ketika waktu senggang, mama dan aku serta adiku sering nonton sinetron berbarengan. Karena sinetronnya tidak ada yang bagus, mama langsung mematikan televisi, menganti dengan kaset VCD jenis drama yang baru dipinjamnya habis senam sore tadi. Walaupun aku tau bukan film porno, tapi selintas aku liat film barat yang sedang kami tonton berdua itu sedikit romantis. Selang beberapa lama nonton, mama minta tolong padaku membuatkan jus jeruk kesukaannya, dengan alasan capek habis arobic sama teman-temannya tadi sore. Aku yang telah punya ide gila, dengan senang hati menyanggupi membuatkan jus jeruk mama. Ketika membuat jus jeruk mama, aku langsung menuangkan obat perangsang dan menyimpannya dikamarku kembali, tanpa sepengetahuannya sebelum menyerahkan jus kesukaannya.
Ma.. ini jusnya..ujarku sambil duduk di sisi kanan mama
Makasih ya.., ternyata kamu pintar juga buat jus jeruk..tandasnya, yang membuat hatiku berdebar takut mama mengetahui aku telah mencapurkan sesuatu pada minumannya. Melihat mama bersikap biasa, hatiku langsung lega, aku pikir dalam hati mama tidak mungkin melihat perbuatanku. Aku yang biasa manja pada mamaku, sambil nonton aku memeluk lengan tangan kanannya.

Lima belas menit setelah film diputar, posisi kami masih seperti semula, aku tetap memeluk lengan tangan kananya. Adengan mulai panas ketika memasuki menit ke-20, ketika aktor pria mencium mesra bibir teman wanitanya yang berperan sebagai kekasihnya dengan sedikit hot, hingga tak teras adik kecilku mulai bangkit dari tidurnya. Dengan pura-pura memperbaiki duduku, aku menyenggol payudara mamaku sebelah kanan.

Adengan film semakin panas, kami hening tak bicara, yang ada hanya ada suara cengukan air ludah yang di telan paksa dari mulut kami berdua. Melihat mama telah dipengaruhi adengan film tadi, terlebih obat perangsang yang kumasukan dalam jusnya, kuberanikan diri menyenggol kembali susu kanan mama yang berukuran 36A itu. Pelan sekali, aku kembali menyenggolkan lengan kiriku ke dadanya. Dasternya begitu tipis hingga terasa sekali kalau lenganku menyenggol dadanya, yang hanya dilapisi kutang hitam tipis.

ehemm..mama terbatuk, entah sengaja atau tidak hal itu seperti halilintar bagiku dan menampar pipiku. Tapi saat itu mama masih membiarkan tanganku mempermainkan dadanya. Melihat mama diam, perlahan-lahan tangan kiriku pindahkan memeluk pinggangnya dengan melingkarkan tangan dari belakang, telapak tanganku persis di sekitar pusarnya. Kembali aku seperti iseng, tanganku mengelus perutnya, sambil menaikan rabaan tanganku ke dadanya.

Hhhssstthh terdengar suara rintihan mama, walau pelan tapi terdengar begitu berarti bagiku. Tanganku mulai meremas dadanya, sedangkan tangan kananku mulai membelai lengan kanannya, sambil berpindah ke dada kanannya.
Leo.. jangan nakal ahh mama mulai biacara namun masih juga belum menangkis tanganku. Suaranya begitu pelan dan lembut. Akupun mulai liar, tangan kiriku mulai menurunkan resliting daster di punggunya, hingga sebatas pinggang.
Leo..jangan. aku mamamu bukan orang lain..mama kembali beraksi namun masih belum menghindar. Kuciumi punggung indah mama sembari tanganku berusaha melepaskan tali BH-nya hingga terlepas sama sekali.
Sayang mau ngapaiin sih..ujar mama sambil menyeringai penuh arti. Aku terus berusaha untuk menelanjangi mama. Aku melorotkan daster tipis itu, dengan mangangkat sedikit pantatnya, hingga lepaslah daster aduhai itu. Kini mama hanya mengenakan celana dalam warna hitam saja, tanganku tak henti-hentinya meremas dada mama.

Hhssthh Leo..mama merintih menikmati belaianku. Mata mama terlihat terpejam, menikamti remasanku dan jilatan di sekitar lehernya. Tanpa memperhatikan film lagi, aku mulai mengusap celana dalam mama, mama masih diam. Perlahan aku gosokan secara melingkar, sepertinya mama menikamti setiap sensasi yang aku berikan, terlihat mama mama terus terpejam dengan napas mulai memburu. Aku kembali perlahan membuka celana dalam mama, dan sepertinya mama memberikan jalan untuk itu, dalam sekejap celana dalam mama sudah berada di sisiku, hingga mama bugil total. Sambil terpana melihat tubuh mulus mama yang sering kubayangkan dalam onaniku selama ini, tanganku terus mengusap vagina mama yang sudah basah dan berdenyut, sambil memasukan jari telunjukku ke vaginanya.

Uhh ..Leo jahat.. kata mama sambil meringis kenikatan. Kini aku memeranikan diri untuk mencium bibirnya yang sexy seperti bibir artis Titi DJ.Tanpa banyak perlawanan mama menyabut bibirku dengan garang. Aku merebahkan mama dilantai, sambil terus melumat bibirnya, mama menyambutnya dengan buas, seakan haus sentuhan laki-laki.Aku menindih mama. Leo..? sambil membeliakan matanya ketika tanganya aku tuntun mengenggam penisku, dibalik celana pendek longgarku. Emang kenapa ma..?tanyaku sambil melepaskan celana pendekku dan celana dalamku. Mama kembali diam, sedangkan aku terus merangsangnya, menciumi dada dan bibirnya secara bergantian, sambil memasukan jariku ke vaginanya, terasa begitu hangat dan lembab. Kocokan jariku divaginanya membuat mama kelonjotan tak tentu arah, mama mulai mengerakan pinggulnya yang tadi hanya diam karena itu aku yakin mama dalam keadaan sangat terangsang. Aku sudah tak tahan, secepat kilat aku menjajarinya, sambil menuntun penisku ke vagina mama. Mama yang juga sudah sangat terangsang, mengapai penisku sambil menariknya ke lubang vaginanya. Aku berusaha memasukan penisku ke vaginanya, namun selalu meleset, karena ukuran penisku yang hampir 17cm terlalu besar untuk vagina mama. Disamping aku yang baru pertama kali bersetubuh, selain menonton film bokep di tempat teman-teman sekolahku.

Ma..nggak bisa masuk. ujarku perlahan
Cepat sayang.. tekan.. mama memohon kepadaku untuk memasukan penisku ke vaginanya.
Perlahan kutekan sambil menikmati sensasi yang timbul ketika menyaksikan wajah mama meringis menahan sesuatu saat penisku melewati dinding sempit vagina secara perlahan.
Bless.. akhirnya penisku terbenam seluruhnya dan tepat mengenai mulut rahim mama yang kenyal.
Ouhh Leo sayang..mama kembali melenguh saat kucoba menarik penisku secara perlahan dan kembali membenamkan hingga amblas seluruhnya. Pinggul mama mulai bergoyang lagi mengimbangi tusukanku. Suara decakan vagina yang beradu dengan penis mulai terdengar, hingga menambah semangatku untuk memacunya.

Terus sayang..terus..mama mulai meracau tak karuan, saat hentakanku semakin cepat frekuensinya, hingga mama terus menjerit tertahan. Akupun ingin melepaskan sesuatu, tapi tetap kutahan, aku ingin mencapai organisme berbarengan
dengan mama. Aku semakin mempercepat gerakanku, Lagi sedikit sayang..mama mulai meringis menahan nikmat, menantikan orgasmenya.ketika tiba-tiba, ouhsstt Leo..mama akhirnya mencapai orgasmenye. Kurasakan vaginanya berdenyut sambil memijit penisku, aku terus memacu setelah kurasakan kontolku semakin geli dan membesar, ketika tak lama berselang, cret..crett..cret..penisku menyemburkan air mani yang sangat banyak divagina mama. Aku terpakar di atas tubuh mama, sambil menikmati kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan, sementara penisku masih menancap dalam keadaan layu divagina mama. Semuanya hening, namun tiba-tiba terdengar menangis, sadar dengan perbuatan yang tidak sepantasnya kami lakukan, sambil mendorong tubuhku dari atas tubuhnya, berlari menuju ke kamar mandi.**





 

Pengirim: Leo (Ca_ligula2002@yahoo.com)

 

Penilaian Pembaca: Bagus = 89%, Cukup = 6%, Jelek = 5%

 

     
